misykat

Tahukah Anda

Edisi 45, Maret 2008.

Babi dan Manusia, Sama Atau Beda?

 

Apa persamaan antara babi dan manusia selain mahkluk Allah SWT sebagai objek tafakur? Ternyata keduanya sama-sama tidak dapat dikuliti kecuali dengan memotong sebagian daging yang menyertai kulitnya dan juga katup jantungnya yang paling sesuai dengan manusia.

Babi,  hewan yang suka hidup dan makan di area kotor ini sangat kuat dorongan seksualnya karena babi memiliki hormon Gonadotrophins (seksual) yang sangat tinggi selain hormon pertumbuhannya. Betinanya mampu menempuh ratusaan mil dengan si jantan yang tetap berada dipunggungnya untuk mencumbui. Dan dari jejaknya, orang akan beranggapan bahwa itu adalah jejak hewan berkaki enam padahal bekas dua pasangan yang berhubungan seks sambil berjalan ratusan mil.

Menurut pakar, babi dapat menularkan kepada manusia berbagai penyakit seperti influenza, peradangan otak (Japanese B Encephalitis), peradangan mulut dan hati (Stomatitis dan Myocarditis) dan lain-lain.

Dan baru terungkap dari sebuah penemuan virus babi, ternyata virus-virusnya dapat menyebabkan kematian pada manusia. Virus-virus tersebut tidak dapat dibunuh melalui cara pembakaran atau pemasakan biasa. Virus Trichine bila masuk ke dalam diri manusia, ia akan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain hingga ke jantung, kerongkongan, dan mata manusia. Dalam buku S. Akhtar Rizvi yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Daging Babi? No bahwa ulat Trichina yang sudah cukup besar panjangnya kira-kira 1/8 inci dan lebarnya 1/400 inci. Ulat-ulat ini dapat hidup selama empat puluh tahun, melingkar dalam bentuk jeruk, berupa kapsul kecil yang tak dapat dilihat di antara otot-otot. Apabila termakan oleh manusia, ia akan membesar dan menelurkan 1500 ekor tiap ulat. Setelah satu sampai tiga minggu, ia masuk ke dalam darah dan menyerang tubuh manusia serta menimbulkan sekitar lima puluh penyakit sehingga menyulitkan proses diagnosa.

Kuman Balantidium Coli adalah kuman yang normal pada perut babi. Ia keluar dari tubuh sebagai kotoran dan di luar ia tidak menemukan tempat sehingga berkembang menjadi cel di sekelilingnya yang disebut Cyst yang berisikan parasit-parasit hidup yang berkomunikasi dengan makanan manusia dan masuk ke dalam perut. Mungkin hal-hal yang bisa dibuktikan secara ilmiah inilah yang menyebabkan kenapa babi diharamkan bagi umat Islam. Wallahu ‘Alam bi Shawab. Dari berbagai sumber

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: