misykat

Sastra

Semoga bukan?

 

Bagiku, bukan lelah telah menyerah.

Bukan pula mulai pasrah?

Tapi bukankah benar tetap menyanggah salah?

Dan sungguh, Aku bukankah Aku?

Dengan tak tergetarnya kalbuku

Menantikan matisurinya jatidiriku

Dan itu, yang tak terbantahkan; nurani larut mengasa…,

Kapan aku sadar?

Kapan insaf mengiba?

Walau pernah aku menerka

Akal bersentuh sesal dan sendu cukup menyangkal

Namun tak mengayuhnya ternyuh kalbu tetap menyuruh;..mengapa aku latah?

Ataulah kenapa lengah patah bersama mimpi-mimpiku untuk terbang?

Di mana terbang yang sesungguhnya merupakan perang

 

Dan takkala setengah langkahku menyeka peluh,

Aku,…tetapkah bukan aku?

Karena duri-duri hinggapi suci meniti

Seakan insani tak sulit menyulut api-api

Dan sebegitukah mudah dosa-dosa terganyang?

 

Bagiku dan semoga bukan aku

Melainkan manusia sendiri yang tercuri iri

Selalu bersendi diri merinai hal abadi

Sedangkan senyum matahari pun terbit dan tenggelam

Kemudian kadang pula tertutup awan hitam

 

Bejo Halumajaro

Kota Gerilyawan, Parakan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: