misykat

Resensi

H. Mahrus Ali yang Sulit Berbohong

Oleh: Fahrur Rozy

Buku yang disusun oleh Tim Bahstul Masail PC NU Jember berjudul Membongkar Kebohongan Buku ”Mantan Kiai NU menggugat Sholawat & Syirik” [H. Mahrus Ali], dari judulnya terlihat latar belakang kenapa buku ini harus ada dan dimiliki. Buku yang diterbitkan oleh KHALISTA Surabaya ini merupakan bentuk kepedulian akan maraknya buku saat ini dengan kualitas referensi dan penulis yang menghalalkan segala cara untuk mengecoh pembaca untuk berbagai maksud, positif dan negatif. Menurut saya buku ini mengajarkan hal, ” Sebelum membaca buku, kenali dulu siapa pengarangnya,” agar tidak terjebak dalam satu pemikiran penulis dan terprovokasi. Kalimat itu terlihat dalam kata pengantar yang memblejeti siapa H. Mahrus Ali penulis buku ”Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik” yang menyudutkan amaliah warga nahdliyin. Di sana disebutkan secara personal bahwa H. Mahrus Ali yang mengaku sebagai mantan kiai NU dari data yang penyusun terima dari pengurus ranting NU Sidomukti Kebomas Gresik, juga dari tempat kelahirannya melalui pernyataan pengurus MWC NU Waru Sidoarjo, menegaskan bahwa H. Mahrus Ali tidak pernah tercatat sebagai anggota dan aktifis NU, apalagi tokoh atau kiai NU. Lalu siapa H. Mahrus Ali? Di halaman 1 dari tebal halaman 254 dikatakan bahwa H. Ali Mahrus sebagai salah satu penyambung lidah faham Wahabi di Indonesia.

Melihat latar belakang H. Mahrus Ali dan tugas yang diembannya tak heran jika bukunya menuduh tradisi Ahlusunnah wal Jamaah dengan sebutan syirik, kufur, bid’ah, dan sesat, seperti shalawat dan doanya (dengan tawasul dan istighosah).

H. Mahrus Ali dalam bukunya (hal 15) tidak hanya mengkritik pada amaliah Ahlusunnah wal Jamaah, juga bacaan-bacaan yang mengandung khasiat/ pelindung bagi pembacanaya seperti Hizb al Bahr, Hizb al-Nasr dan al-Quran sebagai kesyirikan yang tak terbantahkan. Pada buku ini tudingan H. Mahrus Ali dikatakan terlalu gegabah dan membuktikan kedangkalannya dalam menelaah kitab-kitab hadis sehingga menafikan salah satu esensi ajaran Rasulullah saw dalam hadis-hadis yang shahih.

Tidak berhenti sampai di situ. Serangan H. Mahrus Ali pada amaliah Ahlusunnah wal Jamaah, dia juga menyamakan kaum muslimin yang mengikuti madzhab empat dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang bertaklid kepada para pendetanya meskipun para pendeta itu telah mengubah hukum-hukum Allah sesuai dengan hawa nafsunya. Dia menyuruh umat Islam meninggalkan madzhab. Di sinilah ketidakjujuran pada tulisan H Mahrus Ali dan membohongi referensinya sendiri. Menurut buku ini, H Mahrus Ali dalam pernyataan tersebut menggunakan kepada sekitar lima puluh kitab tafsir, hadis, syarh hadis, fikih dan lain-lain, yang sebagian pengarangnya dikenal sebagai pengikut madzhab empat (hal 191-192). Dan banyak kebohongan-kebohongan H Wahrus Ali yang telah dibohongi oleh Wahabi yang dijujurkan dalam buku Membongkar Kebohongan Buku ”Mantan Kiai NU menggugat Sholawat & Syirik” [H. Mahkrus Ali] yang juga menggunakan referensi dari kitab Wahabi guna penelusuran sebuah kebenaran tulisan.

Selain sebagai koleksi, buku ini sangat berguna bagi kita apalagi warga nahdliyin yang kebanyakan kurang faham betul asal-usul sebuah tradisinya saat berhadapan dengan faham lain. Karena didalamnya berisikan refrensi yang mu’tabar tentang asal-usul tradisi Ahlusunnah wal Jamaah, bisa dikatakan bahwa buku ini mengcounter faham yang tidak sehat akidahnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: