misykat

Fiqh Aplikatif

Fiqh Muamalah Seri-5

 

Ijarâh, Antara Sewa dan Jasa

 Oleh: Darul Azka

Definisi

عقد على منفعة مقصودة معلومة قابلة للبذل والإباحة بعوض معلوم

Ijarah adalah sebuah akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan (ownership milkiyyah) atas barang itu sendiri.

 

Eksistensi Ijarah

Sistem muamalah ini memiliki beberapa landasan syariah

1.      Al-Qur’an QS. At-Thalaaq : 06 :

فإن أرضعن لكم فآتوهن أجورهن

“Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) mu untukmu, maka berikanlah kepada mereka upahnya”

 

2.      As-Sunnah, dalam HR. Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Ibn Abbas ;

احتجم النبي صلى الله عليه وسلم وأعطى الحجام أجره

“Nabi pernah ber-hijamah (berbekam) dan memberi upah kepada tukang bekam itu”

Dan dalam HR. Ibnu Majjah, diriwayatkan dari Ibn Umar ;

أعطوا الأجير أجره قبل أن يجف عرقه

“Berikanlah upah pekerja sebelum keringatnya kering”

 

3.      Ijma’ (konsensus ummat). Dalam hal ini sistem ijarah sudah dikenalkan dan dijalankan mulai masa shahabat nabi hingga saat ini tanpa ada yang mengingkari.

4.      Dalil Aqli (argumentasi rasio). Bahwasanya sistem ijarah merupakan sarana untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan. Yakni, kebutuhan memanfaatkan barang yang tidak mampu untuk dibeli, serta kebutuhan bagi mereka yang mampu untuk mempekerjakan tenaga kerja dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.

 

Rukun Dan Syarat Ijarah

Dalam ijarah terdapat beberapa rukun yang dilengkapi beberapa persyaratan di dalamnya.

1.      Shighat (ucapan)

Dalam shighat hanya disyaratkan menggunakan ucapan yang mengandung kerelaan dari masing-masing pihak untuk melakukan kontrak ijarah, baik secara verbal (lafdzi) maupun dengan tulisan (kitabah). Dalam shighat ini berujud penawaran (ijab) dari pemilik aset atau jasa dan penerimaan (qabul) dari penyewa.

2.      Al-‘Aqidain (pihak yang melakukan kontrak)

Dalam hal ini syarat bagi al-mu’jir (pemilik aset) atau ajir (pemilik jasa) dan al-musta’jir (penyewa) adalah mereka yang berakal sehat, baligh dan telah mencapai taraf rusydu, yakni kualifikasi dalam bidang agama, dimana seseorang tidak melakukan dosa yang mengakibatkan nilai adil dalam dirinya hilang, serta kualifikasi dalam menggunakan uang semestinya, bukan untuk tujuan haram

3.      Al-Ma’qud Alaih (Obyek ijarah)

Obyek dalam transaksi ijarah ada dua macam ;

a.     Manfaat, dalam hal ini ada dua jenis ;

¨   Manfaat dari aset atau jasa tertentu (منافع الأعيان), seperti contoh ketika seseorang berkata; “Saya sewakan kepada anda rumah ini” atau “Aku menyewa dirimu untuk membuatkan pakaianku”.

¨   Manfaat yang dipesan dan menjadi tanggungan penyedia aset atau jasa (منافع في الذمة). Jenis ini bisa dilakukan dengan dua cara;

»   Manfaat dispesifikasikan berdasarkan penjelasan pemberi sewa (منافع موصوفة في الذمة ), seperti contoh ketika seseorang berkata; “Saya sewakan kepada anda sebuah rumah, spesifikasinya demikian”.

»     Manfaat yang dipesan berdasarkan kesanggupan dan tanggungan penyedia jasa (إلزام الذمةعلى لشخص), seperti contoh; “Saya bebankan jahitan baju ini kepada kamu”

Dalam dua jenis manfaat ini diberlakukan beberapa persyaratan;

1.     Memiliki nilai atau bisa dinilai (أن تكون المنفعة متقومة)

2.     Manfaat harus menjadi obyek utama bukan asetnya (أن تقع الإجارة عليها لا على العين)

3.     Manfaat memungkinkan untuk digunakan dalam kontrak (القدرة على استيفائها)

4.    Manfaat diperbolehkan untuk digunakan (أن تكون المنفعة مباحة الاستيفاء), bukan berasal dari barang atau pekerjaan yang haram dan bukan dari jenis pekerjaan wajib, seperti sholat dll

5.     Manfaat harus diketahui dengan baik supaya bisa menghilangkan jahalah (ketidaktahuan) yang akan mengakibatkan sengketa (أن تكون معلومة لما ينفي الجهالة المفضية للنزاع). Untuk mengetahui dengan baik manfaat dalam ijarah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, sesuai dengan klasifikasi obyeknya;

Pertama, hanya dengan menentukan masa sewa (التقدير بالمدة), yakni untuk jenis manfaat yang tidak bisa dibatasi dengan spesifikasi pemanfaatan tertentu (لا ينضبط بالعمل). Seperti dalam sewa pekarangan, baju dll, seperti contoh “Aku sewa baju ini selama satu bulan”.

Kedua, hanya dengan menentukan spesifikasi pemanfaatan tertentu (التقدير بالعمل), yakni untuk jenis manfaat dipesan berdasarkan kesanggupan dan tanggungan penyedia jasa (إلزام الذمةعلى لشخص), seperti contoh; “Saya bebankan jahitan baju ini kepada kamu”

Ketiga, dengan memilih antara menentukan masa sewa (التقدير بالمدة) atau menentukan spesifikasi pemanfaatan tertentu (التقدير بالعمل), yakni untuk jenis manfaat yang bisa dibatasi dengan spesifikasi pemanfaatan tertentu (ينضبط بالعمل). Seperti contoh “Aku sewa kuda ini selama satu bulan” atau “Aku akan menyewa sebuah kuda dengan spesifikasi demikian untuk aku tunggangi ke makkah”.

b.     Ujrah /upah, dalam hal ini persyaratan ujrah menyamai tsaman dalam masalah jual beli, dimana ketika ujrah berupa barang atau uang tertentu (muayyan) yang dibawa saat kontrak, maka ujrah cukup bisa diketahui dengan pandangan mata (musyahadah). Namun sebaliknya, jika ujrah masih berada dalam tanggungan penyewa aset atau jasa (fidzimmah), maka penyewa harus menjelaskan spesifikasi (jenis, kadar dan shifat) ujrah yang hendak ia gunakan sebagai imbal balik pemanfaatan.

Dalam ujrah juga mengenalkan beberapa ketentuan, diantaranya, ujrah tidak diperbolehkan berasal dari hasil pemanfaatan aset atau jasa. Dan khusus dalam jenis ijarah yang manfaatnya dipesan dan menjadi tanggungan penyedia aset atau jasa (منافع في الذمة), maka disyaratkan ujrah harus diserahkan saat melakukan kontrak dan tidak boleh ditunda.

Bagan Kontrak Ijarah
 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: