misykat

Dari Meja Redaksi

Edisi 45, Maret 2008

Haruskah ‘Mereka’ Harus Dicaci?

 
Munculnya aliran-aliran baru belakangan ini memang cukup meresahkan. Mulai dari yang mengklaim Nabi baru dan sederet alasan lainnya. Gerakan/ aliran Islam yang muncul dengan menyuarakan tegaknya sistem khilafah, dakwah ke luar daerah (khuruj) dan lain sebagainya sering mendapatkan kritik, cacian, atau ejekan dari banyak kalangan yang tak sependapat dengan gerakan mereka.

Mereka pun muncul dengan ‘identitas’ yang berbeda pula. Ada yang seakan ‘mewajibkan’ jamaahnya untuk berjenggot, bercelana di atas mata kaki, dan sederet ‘identitas’ lainnya. Namun, cacian/ ejekan yang sering dilontarkan kepada mereka adalah terhadap ‘identitas-identitas’ mereka, bukan ajaran inti mereka. Padahal ‘identitas’ yang disebutkan di atas adalah sunnah Nabi SAW. Mengapa itu yang sering terlontar? Kenapa bukan ajaran mereka yang kita kritisi?

Jika hal ini (ejekan atas ‘identitas’) terus berlanjut, bukan tidak mungkin kita akan masuk dalam golongan pembenci sunnah Nabi SAW. Nabi SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka ia bukan umatku.” Hadis ini sering diperdengarkan, namun rasanya hampir terlupakan.

Sejenak, mari koreksi diri kita. Kuatkan akidah kita. Dan jangan sampai kita membenci sunnah Nabi SAW dan tidak tergolong umatnya di hari akhir nanti. Allahu akbar!

Redaksi 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: