Semoga bukan?
Bagiku, bukan lelah telah menyerah.
Bukan pula mulai pasrah?
Tapi bukankah benar tetap menyanggah salah?
Dan sungguh, Aku bukankah Aku?
Dengan tak tergetarnya kalbuku
Menantikan matisurinya jatidiriku
Dan itu, yang tak terbantahkan; nurani larut mengasa…,
Kapan aku sadar?
Kapan insaf mengiba?
Walau pernah aku menerka
Akal bersentuh sesal dan sendu cukup menyangkal
Namun tak mengayuhnya ternyuh kalbu tetap menyuruh;..mengapa aku latah?
Ataulah kenapa lengah patah bersama mimpi-mimpiku untuk terbang?
Di mana terbang yang sesungguhnya merupakan perang
Dan takkala setengah langkahku menyeka peluh,
Aku,…tetapkah bukan aku?
Karena duri-duri hinggapi suci meniti
Seakan insani tak sulit menyulut api-api
Dan sebegitukah mudah dosa-dosa terganyang?
Bagiku dan semoga bukan aku
Melainkan manusia sendiri yang tercuri iri
Selalu bersendi diri merinai hal abadi
Sedangkan senyum matahari pun terbit dan tenggelam
Kemudian kadang pula tertutup awan hitam
Ryanahmad Fz
Kota Gerilyawan, Parakan